Untuk dapat menentukan unsur-unsur suatu cerita, kamu perlu membaca
cerita dengan cermat, sehingga kamu dapat menemukan kata-kata yang
menerangkan waktu, tempat, dan suasana saat peristiwa yang ada dalam
dongeng terjadi. Kalau perlu kamu dapat membaca cerita tersebut berulang
kali, jangan lupa catatlah keterangan-keterangan yang dapat kamu
temukan.
Untuk dapat menemukan tema dan tokoh, kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
- Bacalah cerita dengan seksama!
- Catatlah siapa atau apa tokoh yang diceritakan!
- Catatlah hal-hal yang paling serig dibicarakan dalam cerita tersebut!
dari tokoh dan hal-hal yang diceritakan tersebut, kamu dapat menentukan tema dan tokoh dalam cerita dongeng.
Sekarang coba kamu tentukan latar, tokoh, tema, amanat, dan watak
tokoh dalam kutipan cerita di bawah ini untuk menguji sejauh mana
pemahamanmu tentang unsur instrinsik cerita!
KEONG MAS
Alkisah pada jaman dahulu kala hiduplah
seorang pemuda bernama Galoran. Ia termasuk orang yang disegani karena
kekayaan dan pangkat orangtuanya. Namun Galoran sangatlah malas dan
boros. Sehari-hari kerjanya hanya menghambur-hamburkan harta
orangtuanya, bahkan pada waktu orang tuanya meninggal dunia ia semakin
sering berfoya-foya. Karena itu lama kelamaan habislah harta
orangtuanya. Walaupun demikian tidak membuat Galoran sadar juga, bahkan
waktu dihabiskannya dengan hanya bermalas-malasan dan berjalan-jalan.
Iba warga kampung melihatnya. Namun setiap kali ada yang menawarkan
pekerjaan kepadanya, Galoran hanya makan dan tidur saja tanpa mau
melakukan pekerjaan tersebut. Namun akhirnya galoran dipungut oleh
seorang janda berkecukupan untuk dijadikan teman hidupnya. Hal ini
membuat Galoran sangat senang ; “Pucuk dicinta ulam pun tiba”, demikian
pikir Galoran.
Janda tersebut mempunyai seorang anak
perempuan yang sangat rajin dan pandai menenun, namanya Jambean. Begitu
bagusnya tenunan Jambean sampai dikenal diseluruh dusun tersebut. Namun
Galoran sangat membenci anak tirinya itu, karena seringkali Jambean
menegurnya karena selalu bermalas-malasan.
Rasa benci Galoran sedemikian dalamnya, sampai tega merencanakan pembunuhan anak tirinya sendiri. Dengan tajam dia berkata pada istrinya : ” Hai, Nyai, sungguh beraninya Jambean kepadaku. Beraninya ia menasehati orangtua! Patutkah itu ?” “Sabar, Kak. Jambean tidak bermaksud buruk terhadap kakak” bujuk istrinya itu. “Tahu aku mengapa ia berbuat kasar padaku, agar aku pergi meninggalkan rumah ini !” seru nya lagi sambil melototkan matanya. “Jangan begitu kak, Jambean hanya sekedar mengingatkan agar kakak mau bekerja” demikian usaha sang istri meredakan amarahnya. “Ah .. omong kosong. Pendeknya sekarang engkau harus memilih .. aku atau anakmu !” demikian Galoran mengancam.
Rasa benci Galoran sedemikian dalamnya, sampai tega merencanakan pembunuhan anak tirinya sendiri. Dengan tajam dia berkata pada istrinya : ” Hai, Nyai, sungguh beraninya Jambean kepadaku. Beraninya ia menasehati orangtua! Patutkah itu ?” “Sabar, Kak. Jambean tidak bermaksud buruk terhadap kakak” bujuk istrinya itu. “Tahu aku mengapa ia berbuat kasar padaku, agar aku pergi meninggalkan rumah ini !” seru nya lagi sambil melototkan matanya. “Jangan begitu kak, Jambean hanya sekedar mengingatkan agar kakak mau bekerja” demikian usaha sang istri meredakan amarahnya. “Ah .. omong kosong. Pendeknya sekarang engkau harus memilih .. aku atau anakmu !” demikian Galoran mengancam.
Sedih hati ibu Jambean. Sang ibu menangis
siang-malam karena bingung hatinya. Ratapnya : ” Sampai hati bapakmu
menyiksaku jambean. Jambean anakku, mari kemari nak” serunya lirih.
“Sebentar mak, tinggal sedikit tenunanku” jawab Jambean. “Nah selesai
sudah” serunya lagi. Langsung Jambean mendapatkan ibunya yang tengah
bersedih. “Mengapa emak bersedih saja” tanyanya dengan iba. Maka
diceritakanlah rencana bapak Jambean yang merencanakan akan membunuh
Jambean. Dengan sedih Jambean pun berkata : ” Sudahlah mak jangan
bersedih, biarlah aku memenuhi keinginan bapak. Yang benar akhirnya akan
bahagia mak”. “Namun hanya satu pesanku mak, apabila aku sudah dibunuh
ayah janganlah mayatku ditanam tapi buang saja ke bendungan” jawabnya
lagi. Dengan sangat sedih sang ibu pun mengangguk-angguk. Akhirnya
Jambean pun dibunuh oleh ayah tirinya, dan sesuai permintaan Jambean
sang ibu membuang mayatnya di bendungan. Dengan ajaib batang tubuh dan
kepala Jambean berubah menjadi udang dan siput, atau disebut juga dengan
keong dalam bahasa Jawanya.
Tersebutlah di Desa Dadapan dua orang janda bersaudara bernama Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembadil. Kedua janda itu hidup dengan sangat melarat dan bermata pencaharian mengumpulkan kayu dan daun talas. Suatu hari kedua bersaudara tersebut pergi ke dekat bendungan untuk mencari daun talas. Sangat terpana mereka melihat udang dan siput yang berwarna kuning keemasan. “Alangkah indahnya udang dan siput ini” seru Mbok Rondo Sambega “Lihatlah betapa indahnya warna kulitnya, kuning keemasan. Ingin aku bisa memeliharanya” serunya lagi. “Yah sangat indah, kita bawa saja udang dan keong ini pulang” sahut Mbok Rondo Sembadil. Maka dipungutnya udang dan siput tersebut untuk dibawa pulang. Kemudian udang dan siput tersebut mereka taruh di dalam tempayan tanah liat di dapur. Sejak mereka memelihara udang dan siput emas tersebut kehidupan merekapun berubah. Terutama setiap sehabis pulang bekerja, didapur telah tersedia lauk pauk dan rumah menjadi sangat rapih dan bersih. Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembadil juga merasa keheranan dengan adanya hal tersebut. Sampai pada suatu hari mereka berencana untuk mencari tahu siapakah gerangan yang melakukan hal tersebut.
Tersebutlah di Desa Dadapan dua orang janda bersaudara bernama Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembadil. Kedua janda itu hidup dengan sangat melarat dan bermata pencaharian mengumpulkan kayu dan daun talas. Suatu hari kedua bersaudara tersebut pergi ke dekat bendungan untuk mencari daun talas. Sangat terpana mereka melihat udang dan siput yang berwarna kuning keemasan. “Alangkah indahnya udang dan siput ini” seru Mbok Rondo Sambega “Lihatlah betapa indahnya warna kulitnya, kuning keemasan. Ingin aku bisa memeliharanya” serunya lagi. “Yah sangat indah, kita bawa saja udang dan keong ini pulang” sahut Mbok Rondo Sembadil. Maka dipungutnya udang dan siput tersebut untuk dibawa pulang. Kemudian udang dan siput tersebut mereka taruh di dalam tempayan tanah liat di dapur. Sejak mereka memelihara udang dan siput emas tersebut kehidupan merekapun berubah. Terutama setiap sehabis pulang bekerja, didapur telah tersedia lauk pauk dan rumah menjadi sangat rapih dan bersih. Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembadil juga merasa keheranan dengan adanya hal tersebut. Sampai pada suatu hari mereka berencana untuk mencari tahu siapakah gerangan yang melakukan hal tersebut.
Suatu hari mereka seperti biasanya pergi
untuk mencari kayu dan daun talas, mereka berpura-pura pergi dan
kemudian setelah berjalan agak jauh mereka segera kembali menyelinap ke
dapur. Dari dapur terdengar suara gemerisik, kedua bersaudara itu segera
mengintip dan melihat seorang gadis cantik keluar dari tempayan tanah
liat yang berisi udang dan Keong Emas peliharaan mereka. “tentu dia
adalah jelmaan keong dan udang emas itu” bisik Mbok Rondo Sambega kepada
Mbok Rondo Sembadil. “Ayo kita tangkap sebelum menjelma kembali menjadi
udang dan Keong Emas” bisik Mbok Rondo Sembadil. Dengan perlahan-lahan
mereka masuk ke dapur, lalu ditangkapnya gadis yang sedang asik memasak
itu. “Ayo ceritakan lekas nak, siapa gerangan kamu itu” desak Mbok Rondo
Sambega “Bidadarikah kamu ?” sahutnya lagi. “bukan Mak, saya manusia
biasa yang karena dibunuh dan dibuang oleh orang tua saya, maka saya
menjelma menjadi udang dan keong” sahut Jambean lirih. “terharu
mendengar cerita Jambean kedua bersaudara itu akhirnya mengambil Keong
Emas sebagai anak angkat mereka. Sejak itu Keong Emas membantu kedua
bersaudara tersebut dengan menenun. Tenunannya sangat indah dan bagus
sehingga terkenallah tenunan terebut keseluruh negeri, dan kedua janda
bersaudara tersebut menjadi bertambah kaya dari hari kehari.
Sampailah tenunan tersebut di ibu kota
kerajaan. Sang raja muda sangat tertarik dengan tenunan buatan Jambean
atau Keong Emas tersebut. Akhirnya raja memutuskan untuk meninjau
sendiri pembuatan tenunan tersebut dan pergi meninggalkan kerajaan
dengan menyamar sebagai saudagar kain. Akhirnya tahulah raja perihal
Keong Emas tersebut, dan sangat tertarik oleh kecantikan dan kerajinan
Keong Emas. Raja menitahkan kedua bersaudara tersebut untuk membawa
Jambean atau Keong Emas untuk masuk ke kerajaan dan meminang si Keong
Emas untuk dijadikan permaisurinya. Betapa senang hati kedua janda
bersaudara tersebut.
Isilah soal-soal di bawah ini dengan jawaban yang tepat !- Apa judul cerita rakyat di atas ?
- Dimanakah latar/setting cerita di atas ?
- Sebutkan tokoh yang ada pada cerita tersebut !
- Bagaimanakah watak dari tokoh pada cerita rakyat tersebut ?
- Tuliskanlah amanat yang kamu dapat ambil dari cerita di atas !
0 komentar:
Posting Komentar